Pentingnya Pendidikan Terpusat Demi Kemajuan Kualitas Pendidikan
Pemerataan pendidikan merupakan sebuah kebijakan yang
dilaksanakan pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas
untuk mewujudkan pembangunan nasional. Namun, kebijakan ini menimbulkan banyak
kesetimpangan sehingga memengaruhi kualitas akademika yang dihasilkan. Maka
dari itu pendidikan terpusat pada sekolah unggulan menjadi solusi dalam
mengatasi berbagai beban pemerintah sekaligus memiliki manfaat jangka panjang
untuk masa depan. Berikut akan kami paparkan 3 alasan mengapa pendidikan
terpusat menjadi solusi permasalahan kualitas generasi saat ini.
Pertama, pemerataan
pendidikan menurunkan kualitas sekolah unggulan. Sebagaimana yang kita tahu,
tidak semua siswa bisa dikategorikan sama, ada yang unggul dalam akademik
ataupun dalam bidang keterampilan. Rata-rata masyarakat pada daerah terpencil
cenderung memiliki pola pikir bahwa setiap pekerjaan harus memberi manfaat
secara langsung dalam kehidupannya. Hal ini banyak memunculkan stigma negatif
terhadap ilmu pengetahuan. Dengan demikian, pemerintah lebih baik memfokuskan
pendidikan pada daerah sentral yang dominan memiliki masyarakat berpola pikir terbuka
terhadap pendidikan, bahwasannya hal ini akan memberikan manfaat jangka panjang
untuk kehidupan masa depan.
Pemerataan pendidikan
berkorelasi negatif terhadap kualitas sekolah unggulan akibat adanya
ketidaksesuaian penempatan kualitas pelajar. Siswa dalam kategori biasa yang
ditempatkan di sekolah unggulan akan mengalami kewalahan tersendiri dalam
menyesuaikan lingkungan pembelajarannya. Sebaliknya, siswa yang memiliki
potensi lebih akan cenderung bosan dan tidak tertantang dengan kondisi
pembelajaran merata ini.
Kedua, kesetimpangan penyediaan
fasilitas. Afirmasi pendidikan adalah kebijakan pemerintah untuk mengurangi
ketimpangan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia terutama dalam sarana
pendidikan. Namun, pemberlakuan kebijakan ini mengalami berbagai kendala, mulai
dari kesediaan tenaga pengajar yang mumpuni, fasilitas pendidikan, kondisi
ekonomi siswa dan kondisi geografis daerah tersebut. Selain itu, kurangnya
apresiasi pemerintah terhadap tenaga pengajar berakibat pada rendahnya peminat
terhadap profesi tersebut sehingga banyak para cendekiawan lebih memilih untuk
mengajar di sekolah unggulan bahkan di luar negeri.
Maka dari itu,
pendidikan terpusat menjadi solusi dalam mengurangi beban manajemen yang
kompleks ini. Dengan pendidikan terpusat, pemerintah bisa maksimal dalam
pengembangan sarana pendidikan pada daerah sentral. Mulai dari kesediaan tenaga
pengajar yang berkualitas, fasilitas yang memadai dan sesuai dengan
perkembangan zaman serta beban ekonomis pada keluarga masing-masing.
Ketiga, efisiensi
pendidikan. Problematika ketidakmerataan pendidikan di Indonesia terjadi karena
kurangnya kemampuan lembaga pendidikan dalam melaksanakan proses pengendalian
dan pengelolaan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah pusat terhadap
seluruh wilayah di Indonesia. Pada laporan APBN tahun 2023, Komisi X DPR RI menyoroti temuan Badan
Anggaran DPR terkait tidak terserapnya anggaran pendidikan pada APBN 2023
sebanyak Rp111 triliun. Hal ini membuktikan bahwa program pemerataan pendidikan
memperbesar beban anggaran APBN. Dengan
pendidikan terpusat, pemerintah bisa memaksimalkan penggunaan dana untuk
pendidikan pada sekolah unggulan, sehingga akses pendidikan bisa terus
berkembang dan maju mengikuti perkembangan zaman.
Selain itu, pendidikan terpusat akan memudahkan pengawasan pemerintah dalam
pengendalian terhadap dunia pendidikan. Mulai dari implementasi kebijakan,
efektivitas pemanfaatan dana dan efisiensi sistem kurikulum. Dengan hal ini,
pemerintah bisa lebih mudah dalam mengevaluasi dan melakukan perbaikan terhadap
kebutuhan pendidikan saat ini.
Dengan demikian, sistem
pendidikan terpusat dapat mempersempit fokus pemerintah dalam dunia pendidikan yang
memberikan jaminan lebih terhadap kualitas pelajar. Dengan sistem ini akan
memaksimalkan berbagai penyaluran sarana dan prasarana dari pemerintah,
sehingga memberikan peluang terhadap para pelajar pada sekolah unggulan untuk
memaksimalkan potensi akademiknya untuk menghadapi berbagai tantangan baru di
masa depan nanti.

Secara keseluruhan penulisan esai sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan esai dan isi dari esainya sudah sangat baik. Struktur yang dipaparkan sudah lengkap dan berurutan. Sedikit saran di bagian penutup, sebaiknya kembali menegaskan poin-poin yang dibahas sebelumnya secara garis besar sehingga bagian penutup dapat meringkas semua isi esai.
BalasHapusKelompok 5_F2.5
baik, terimakasih sarannya😍😍🥰🥰🥰
Hapusterimakasih atas masukannya🙏
BalasHapus-Puding
link nya sudah bisa ditekan ya🥰🥰🥰
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusokeee makasih yaa
BalasHapus